Kita Tak Boleh Tercerai Oleh Kerancuan Berbahasa

Kons beo3

Terlalu lama dunia dirantai oleh kebohongan! Sekian lama dibelenggu oleh aneka kepalsuan. Manusia sebetulnya rindukan alam kotemplasi. Tapi ini bukanlah kisah ziarah jiwa nan mengawang. Kata si bijak, “kontemplasi ini menuntut ketenangan pikiran dan waktu kita.” Sungguh benar bahwa “salah satu krisis kebenaran adalah bahwa hidup kita begitu tergesa-gesa dan sangat sibuk sehingga kita tidak punya waktu untuk melihat satu sama lain dan sesuatu dengan tepat.”

Kita mesti ulangi lagi kebenaran dalam memandang sesama dengan tepat. Ingatlah bahwa “Bagi seorang Kristen, kebohongan yang besar adalah memandang orang lain tanpa belas kasihan, menutup mata kita terhadap kebaikan mereka sebagai manusia dan membenani mereka dengan beban-beban dosa mereka.”

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Mari Berbahasa dalam

Kebenaran dan Kerendahan Hati

St Thomas Aquino sungguh istimewa! Keyakinannya jelas dan mendalam. Untuk dapat melihat dunia dengan benar, kerendahan hati dan kejernian nurani adalah syarat tak terhindarkan. Sebab seturut St Thomas Aquino: Di situlah, kita akan melihat kebaikan dunia! Dan tentunya pula menelusuri kebaikan-kebaikan dalam diri sesama kita.

Tetapi manusia pun semakin menjarak oleh membaranya api kebencian! Di situ sesama telah diubah menjadi ‘simbol-simbol yang mengancam kenyamananku!!’ Sesama telah direnggut dari jati dirinya sebagai pribadi. Dan di situ, kita hanya berkeyakinan bahwa takhta kenyamananku kokoh kuat saat ‘yang dibenci, ya musuh itu’ telah disingkirkan bahkan disenyaplenyapkan.

Betapa sesungguhnya ‘menara babel kenyamanan palsu’ dibangun dengan menyingkirkan sesama. Di situ, arus kebencian sungguh menggelora. Mengapa kah selalu ada keyakinan “saya akan merasa sejuk dan damai di hati jika sesama (yang telah ‘ditahbiskan’ sebagai musuh) dijauhkan, disingkirkan serta tak punya tempat dalam segala percaturan cita-cita dan ambisi ku?”

Pos terkait