KUPANG kabarntt.id—Presiden Joko Widodo (Jokowi) menangis di Desa Nele Lamadike, Kecamatan Ile Boleng, Flores Timur, Jumat (9/4/2021). Tangisan dan air mata Jokowi ini mendapat komentar menarik dari dua anggota DPRD NTT dari Fraksi Golkar, yakni Dr. Inche Sayuna dan Hugo Kalembu Rehi.
Dr. Inche Sayuna adalah juga Wakil Ketua DPRD NTT. Sedangkan Hugo Kalembu adalah Ketua Fraksi Golkar DPRD NTT.
Kepada kabarntt.id, Sabtu (10/4/2021), baik Inche maupun Hugo mengapresiasi kunjungan Jokowi di Lembata dan Adonara, dua kabupaten yang paling parah dilanda bencana tanah longsor dan banjir bandang, Senin (5/4/2021) dini hari.

Inche mengatakan, sepanjang tahun 2020 hingga memasuki 2021, Indonesia menghadapi ujian dan cobaan yang berat, mulai dari pandemi Covid-19 hingga bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.
Kondisi ini, kata Inche, merupakan sebuah tantangan yang tidak ringan dalam kepemimpinan kedua Presiden Joko Widodo.
“NTT termasuk daerah yang mendapat perhatian khusus dari Presiden Jokowi pasca peristiwa bencana banjir bandang dan longsor. Kehadiran Bapak Presiden di NTT adalah menggenapi komitmennya bahwa negara akan selalu hadir di setiap penderitaan rakyatnya. Tangisan Jokowi yang jatuh di Desa Nele Lamadike, Ile Boleng, Flores Timur menceriterakan tentang kejujuran batinnya dan cintanya terhadap rakyatnya,” ungkap Inche.
Tangisan Jokowi, kata Inche, merupakan sebuah ekspresi melankolis yang datang dari kedalaman jiwa sehingga punya kekuatan yang dahsyat sebagai obat yang mujarab tidak saja bagi warga di Desa Nele Lamadike, tetapi sekaligus untuk membalut duka seluruh masyarakat NTT atas bencana yang menghantam sejumlah wilayah di NTT.







