“Histeria rakyat yang menyambutnya itu juga sebuah ungkapan kejujuran batin tentang rasa cinta terhadap presiden yang sangat mereka kagumi,” kata Inche.
Yang lebih penting lagi, kata Inche, presiden datang tidak dengan tangan hampa tapi dengan sejumlah bantuan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat korban bencana dan langsung memerintahkan seluruh jajarannya untuk segera melaksanakan program recovery terhadap korban dan juga perbaikan sejumlah infrastruktur di daerah tersebut.
“Kita berharap perbaikan infrastruktur bisa mengaktifkan kembali semua aktivitas lalu lintas ekonomi di daerah-daerah pasca bencana,” kata Inche.
Konsistensi Layani Masyarakat
Sementara menurut Hugo Kalembu, kunjungan Jokowi ke Lembata dan Flotim hingga meneteskan air mata membuktikan bahwa Jokowi bukan saja menunjukkan empatinya tetapi terutama merupakan bukti nyata bagaimana seorang pemimpin menunjukkan konsistensinya dalam melayani rakyat secara nyata.

“Jokowi dengan totalitas emosi, sikap dan tindakannya di lapangan sebenarnya mengajarkan kepada para pemimpin di pelbagai level pemerintahan bagaimana melayani masyarakat yang mendudukkan mereka di tampuk pimpinan kekuasaan di negeri ini,” kata Hugo.
Hugo melihat masih ada kesenjangan antara janji-janji kampanye yang terkristal dalam visi dan misi dengan keputusan dan tindakan-tindakan konkrit para pemimpin yang terpilih secara elektoral baik nasional maupun daerah, baik eksekutif maupun legislatif memprihatinkan dan mengecewakan warga pemilih.







