Mekeng mengatakan, Lembata adalah pulau yang sangat indah dengan potensi alam luar biasa besar namun belum dikelola dengan baik. Landasan pacu Bandara Wunopito perlu diperpanjang lagi dengan frekuensi penerbangan rutin maka daerah itu akan menjadi destinasi wisata unggulan yang sangat menarik.
“Periode ini saya sudah berniat untuk fokus mendorong anggaran memajukan Lembata setelah Kabupaten Flores Timur di ujung timur Flores. Di Flores Timur saya sudah bantu dorong pembangunan ratusan kilometer jalan. Saya sudah sampaikan kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani, bahwa periode saya di DPR kali ini akan saya fokus membantu Lembata. Sayangnya, tiba-tiba Covid-19 melanda Indonesia dan negara ngga punya duit lagi. Saya berharap kalau Covid-19 sudah hilang dan APBN kita sudah sehat, Lembata akan jadi perhatian saya,” kata Mekeng.
Herman Wutun berterima kasih kepada Melchias Mekeng atas kepeduliannya terhadap warga masyarakat, terutama dari Lembata di wilayah Jabodetabek. Kehadiran wakil rakyat ini, jelas Wutun, tak sekadar sebagai salah seorang tokoh politik Flores atau NTT, namun seorang tokoh nasional yang puluhan tahun merasul, mengabdi sebagai garam dan terang bagi sesama di jalur politik dan wirausahawan.
“Sebagai anggota DPR, Pak Melki ke sini bukan karena warga Lembata terdampak covid. Namun, lebih dari itu Graha Induk KUD adalah himpunan para petani dan nelayan seluruh Indonesia yang tergabung dalam koperasi KUD. Kami berdoa setelah beranjak dari sini, tapak kaki Pak Melki tetap berada dengan petani dan nelayan dalam wadah koperasi,” kata Herman Wutun.







