Oleh Rambu Rauna Bela
HARI Kamis 26 Agustus 2021. Masih pagi. Matahari belum tinggi. Puluhan warga sudah berdiri di gerbang masuk kompleks Gereja Sta. Maria Assumpta, Kota Kupang.
Warga yang datang itu mengantre. Mereka ingin menerima vaksin. Vaksin Covid-19 yang digelar Komisi IX DPR RI bekerja sama dengan Pusat Analisis Determinan Kesehatan Kementerian Kesehatan menggelar vaksinasi massal di Aula Gereja Sta. Maria Asumpta Kota Kupang
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, memberi sambutan melalui telepon dari Jakarta. Tak kurang seribu dosis vaksin sinovac disiapkan.
Vaksinasi massal di Aula Gereja Assumpta Kota Kupang itu menjadi titik mula gerakan vaksinasi massal oleh Yellow Clinic Golkar se-NTT. Semua kabupaten di NTT selama beberapa hari di akhir bulan September hingga awal bulan Oktober itu menggelar aksi kemanusiaan itu.
Jumlah dosis vaksin yang diberikan kepada warga penerima berbeda dari masing-masing kabupaten. Rekor terbanyak dipecahkan Kabupaten Sumba Barat Daya dengan total dosis sebanyak 4.144.

Posisi kedua ditempati Flores Timur. Kabupaten di ujung timur Pulau Flores menghabiskan 3.218 dosis selama dua hari. Kabupaten-kabupaten lain di NTT bergerak di antara 1.000 sampai 1.500 dosis.
Setelah menerima dosis pertama, dosis kedua diterima pada akhir September hingga awal Oktober.
Total dosis yang dihabiskan di NTT untuk aksi kemanusiaan dalam rangka mencegah virus Covid-19 ini sebanyak 32.628 dosis. Ribuan tenaga kesehatan (nakes) dan relawan dari Partai Golkar di seluruh NTT terlibat aktif dalam kerja kemanusiaan ini.
Dosis vaksin ke-2 juga sudah dilakukan akhir September dan awal Oktober. Hingga tanggal 9 Oktober seluruh kabupaten di NTT sudah melaksanakan vaksinasi dosis ke-2.
Dilihat dari banyaknya masyarakat yang tervaksin, mestilah diakui capaian Yellow Clinic Golkar ini membukukan rekor. Rekor penerima vaksin terbanyak. Capaian ini, kata Melki Laka Lena, merupakan rekor vaksinasi dengan jumlah terbanyak di seluruh Indonesia.
“Saya tahu, vaksinasi yang dibuat Yellow Clinic Partai Golkar adalah rekor di Indonesia. Belum ada satu pun lembaga atau juga partai di Indonesia yang membuat vaksinasi dengan rekor seperti yang dilakukan Partai Golkar di NTT,” kata Melki Laka Lena dalam rapat evaluasi pasca vaksinasi dosis pertama.
Vaksinasi massal yang dilakukan oleh Yellow Clinic Partai Golkar di seluruh NTT mendapatkan dukungan penuh dari Wakil Ketua DPP Partai Golkar, Melchias Markus Mekeng, ketika secara resmi membuka kegiatan vaksinasi lewat aplikasi zoom.
Mekeng memberi dukungan sekaligus memotivasi para kader Golkar menyukseskan pelaksanaan vaksinasi di wilayah di NTT.
“Selamat dan sukses untuk vaksinasi oleh Yellow Clinic Partai Golkar di NTT. Vaksinasi ini merupakan wujud konkrit tanggung jawab Partai Golkar kepada seluruh masyarakat NTT yang sudah memberi kepercayaan kepada Partai Golkar di setiap ajang pemilihan umum,” kata anggota DPR RI Daerah Pemilihan Flores, Lembata dan Alor ini.
Sambutan luar biasa juga datang dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan pejabat publik. Beberapa bupati-wakil bupati bahkan minta membuka acara vaksinasi. Yang lain hadir memantau dan memberi dukungan kepada para nakes dan para peserta vaksinasi.
Apresiasi juga diungkap Sekjen Golkar, Letjen (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus. “Memang peran Partai Golkar dalam menginisiasi program vaksinasi di NTT sangat terlihat jelas. Saya pikir teman-teman di daerah lain juga bisa melakukan kegiatan kemanusiaan seperti ini, supaya kita secara bersama memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat,” kata Lodewijk dari Papua melalui aplikasi zoom, Jumat (3/9/2021).
Lodewijk memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras jajaran pengurus Golkar di NTT melalui Yellow Clinic sehingga bisa menyelenggarakan vaksinasi serentak tiga hari berturut-turut dengan total penerima vaksin sekitar 32 ribu orang lebih.
Sementara Bupati Manggarai, Heribertus Nabit, mengatakan inisiasi Golkar itu merupakan terobosan konkrit dan luar biasa yang langsung merespons harapan masyarakat di tengah ancaman pandemi.
“Partai Golkar luar biasa. Terima kasih atas inisiasinya. Izinkan saya mengajak dan berkoordinasi dengan partai lain agar melakukan hal sama karena jangkauan vaksinasi di Manggarai masih sangat terbatas,” sapa Heribertus Nabit saat menghadiri pembukaan secara virtual kegiatan vaksinasi massal untuk delapan kabupaten se-daratan Flores, Jumat (3/9/2021).
Di Belu, Bupati dan Wakil Bupati keliling ke empat titik vaksinasi di Kota Atambua.
Di Sumba Barat Daya, Bupati Kornelius Kodi Mete, membuka vaksinasi di Lapangan Galatama, Tambolaka.
Ada pihak yang menyindir. Tidak puas, dengan Vaksin yang diberikan itu milik negara. Betul. Semua vaksin itu milik pemerintah. Milik negara untuk semua elemen masyarakat.
Tetapi adalah Partai Golkar yang membawanya ke NTT. Yellow Clinic Golkar di NTT yang memfasilitasi dan bergiat menyelenggarakan vaksinasi itu. Ini peran yang diambil Golkar.
Mengapa Golkar mesti bersibuk dengan terlibat menyelenggarakan aksi ini? Ini hanya karena lecutan panggilan nurani melihat persentase vaksinasi di NTT yang masih sangat rendah.
Meski begitu bukan rekor jumlah peserta vaksin yang hendak dikejar Golkar. Sama sekali tidak. Dan karena itu, vaksinasi massal itu pun jauh dari intensi politik. Tidak ada kepentingan politik. Tidak ada udang di balik batu, sebagaimana dicurigai dan dinilai segelintir orang.
Sebaliknya dengan vaksinasi massal itu, Golkar ingin mengejawantahkan tanggung jawab sosial dan humanismenya sebagai sebuah partai politik modern yang peka dan sensitif terhadap kondisi faktual masyarakat.
Galibnya, vaksinasi itu adalah urusan, atau juga bisa disebut tugas pemerintah. Tetapi dalam urusan dan atau masalah sebesar pandemi Covid-19 ini, pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Semua pihak, semua elemen masyarakat mesti aktif terlibat. Mengejar herd immunity (imunitas kelompok) 70 persen butuh kerja bersama lintas sektor.
Bulan ini, merayakan HUT ke-57, Partai Golkar juga menandainya dengan mendatangkan lebih banyak lagi vaksin untuk masyarakat NTT. Tak tanggung-tanggung, 150 ribu dosis disiapkan. Sejumlah kabupaten sudah melakukan vaksinasi dalam rangka HUT Golkar ini.
Dengan vaksinasi pesan yang ingin disampaikan Golkar adalah pesan kemanusiaan. Bahasa yang disuarakan Golkar adalah bahasa solidaritas. Nada dasar nyanyian Golkar adalah keberpihakan kepada rakyat banyak. Begitulah spirit yang diusung Golkar. (*)
Penulis, jurnalis kabarntt.id





