KUPANG kabarntt.id—Urban farming menjadi salah satu solusi pengendalian inflasi yang tengah diupayakan Pemerintah Kota Kupang saat ini. Kurang lebih seribu hektar lahan kosong di Kota Kupang sudah berhasil diidentifikasi dan siap untuk ditanami kelor, sorgum serta tanaman hortikultura. ahkan Pemkot Kupang sudah mulai gerakan menanam di dua lahan kosong milik Pemkot di Kelurahan Naimata dan Kelurahan Naioni.
Demikian disampaikan Penjabat Wali Kota Kupang, George M. Hadjoh, SH dalam pertemuan membahas extra effort pengendalian inflasi di Kota Kupang. Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Penjabat Wali Kota Kupang, Rabu (16/11/2022).
Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Biro Ekonomi dan Kerja Sama Setda Provinsi NTT, Dr. Lery Rupidara, M.Si, Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, S. Donny H. Heatubun, Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B. Kale, S.Si, M.Si dan Kepala BPS Kota Kupang, Ramly K.T Kusumo, SP, MAP.
Turut mendampingi Penjabat Wali Kota, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH beserta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Penjabat Wali Kota, George Hadjoh, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang telah mendukung upaya Pemkot Kupang untuk pemanfaatan lahan dengan kerja sama menyiapkan anakan kelor dan bibit tanaman hortikultura.
Diakuinya, sebagaimana arahan Pemerintah Pusat, upaya pengendalian inflasi menjadi prioritas utama Pemkot Kupang saat ini. Berbagai langkah antisipasi sudah mulai dikerjakan.







