Kinerja Kades Mengecewakan, Warga Susulaku B, TTU Temui Bupati

ttu susulaku
Utusan warga Desa Susulaku, Kecamatan Insana, TTU yang menemui Bupati TTU

KEFAMENANU kabarntt.id – Perwakilan warga dari Desa Susulaku B, Kecamatan Insana,  Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mendatangi Dinas PMD dan Bupati TTU guna mengadukan kepala desa yang kinerjanya tidak sesuai dengan aturan yang ada.

Perwakilan warga Desa Susulaku B  yang mendatangi Dinas PMD dan Bupati TTU adalah tokoh masyarakat,  Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama anggota BPD.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Ketua BPD Desa Susulaku B, Yosep Samuel Haumen, kepada wartawan, Rabu (8/3/2023), mengatakan, penyelenggaraan Pemerintahan Desa Susulaku B di bawah kepemimpinan Laurensius Sabnani sangat tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

Haumen membeberkan sejumlah ketidakberesan. Di  bidang administrasi, jelas Haumen, kewajiban Pemerintah Desa (Pemdes) kepada mereka selaku lembaga yang menjalankan fungsi pengawasan di desa tidak pernah terpenuhi.

“Saya katakan tidak pernah terpenuhi, dalam hal ini ada pasal yang mengatur tentang kewajiban kepala desa terhadap BPD, yang pertama awal tahun harus menyerahkan RAPBDES kepada BPD sebagai lembaga yang menjalankan fungsi dan di akhir tahun harus menyerahkan LPPD. Tetapi sudah tiga tahun hal ini tidak pernah terlaksana,” ujar Haumen.

Haumen  menambahkan aspirasi masyarakat atas penyelenggaraan Pemdes yang juga tidak tuntas.

“Saya nyatakan tidak tuntas karena ada beberapa program pemberdayaan masyarakat desa. Yang pertama 2019, pekerjaan sumur bor 1 unit itu pagu dananya Rp 234 juta, tapi sampai hari ini tidak selesai,” ungkap Haumen.

Lebih lanjut, Haumen mengatakan, ada pekerjaan WC sehat pada tahun 2021 yang berjumlah 14 unit, tapi yang dikerjakan hanya 13 unit. Itu pun  tidak tuntas.

“Setahu saya perunitnya sekitar Rp 14 juta lebih, tapi ini saya hanya perkirakan karena APBDES tidak diserahkan kepada kami sebagai BPD, sedangkan pagu dana secara keseluruhan untuk WC sehat tahun 2021 itu ada Rp 146 juta,” sebut Haumen.

Haumen menjelaskan, pada tahun 2022 ada pekerjaan WC sehat juga, dan jumlahnya ada 10 unit, tapi yang dikerjakan hanya 9 unit.

“Tiga unit WC sehat itu ada yang baru fondasi, yang lainnya hanya simpan bahan saja. Bahkan semen ada yang sampai sekarang itu sudah membatu, besi beton juga sudah berkarat. Pagu dana untuk 10 unit WC sehat tahun anggaran 2022 itu sebesar Rp 118.750.000,” pungkasnya. (siu)

Pos terkait