Oleh Pater Kons Beo, SVD
Bacaan I Yesaya 65:17-21
Mazmur Tanggapan Mzm 30: 2.4.5-6.11-12a.13b
Ref: “Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas”
Injil Yohanes 4: 43-54
“Tuhan, datanglah sebelum anakku mati” (Yohanes 4:49)
(Domine, descende prius quam moriatur filius meus)
Kawan ku….
Kita pasti punya harapan demi masa depan anak-anak. Kita berjuang sejadi dan sebisanya agar mereka ‘hidup.’ Iya, agar anak-anak kita tiba pada hari esok yang menjanjikan.
Kawan ku….
Terkadang kita sekian yakin akan segala sesuatu yang kita persembahkan, yang kita usahakan dan yang kita korbankan demi masa depan dan kehidupan anak-anak kita. Tetapi, mungkin kah ada yang ‘kurang kita sadari sejadinya?’
Kawan ku….
Kita renungkan kisah si pegawai istana itu. Sakit yang diderita anaknya membuatnya untuk sejenak berhenti dari kesibukannya. Dan pun mengarah pada Yesus untuk memohonkan pertolongan bagi anaknya yang hampir mati. Dan terjadilah di ujung kisah, anaknya hidup.
Kawan ku….
Tak ada yang kurang dari rasa cinta dan perhatian kita demi anak-anak kita. Apa yang mereka inginkan semuanya nyaris terpenuhi. Bahkan kita bisa merasa diri sebagai orangtu ‘terbaik demi anak-anak. Namun, kenapa kah tampaknya ada yang tak semangat? Tak berjuang dalam hidup? Kehilangan harapan untuk jalan hidup di hari-hari esok?
Kawan ku…
Sesibuk apapun kita, sekian banyak urusan yang mesti dikerjakan, sekian banyak apapun yang kita punyai, sekiranya kita berani sejenak singkirkan semuanya demi ‘hadirnya kita’ bersama anak-anak. Dan juga tentu di dalam meterai doa-doa kita pada Tuhan. Demi anak-anak kita….







