Renungan Harian Kamis, 17 Juli 2025

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Bacaan I Keluaran 3: 13-20
Mazmur Tanggapan: Mzm 105: 1-5.8-9.24-25.26-27
Ref: “Tuhan selamanya ingat akan perjanjianNYA”

Injil Matius 11: 28 – 30
“Aku akan memberikan kelegahan kepadamu…”
Mat 11:28
(Et ego reficiam vos…)

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kawan ku…
Mari dengar kata hatiku yang paling dalam. Hidup ini sungguh satu perjuangan. Katakan juga sebagai satu pertarungan. Sering aku merasa ‘menang dan alami situasi di atas angin. Melaju di atas awan-awan….’

Tetapi, kawan ku…
Teramat sering aku pun alami ‘kekalahan.’ Dan aku merasa gagal. Hati terasa kelam dan pahit. Dan saat-saat berahmat segera berubah jadi aksi kembara tak menentu: ‘Ke manakah wajah harus kusembunyikan?’

Kawan ku…
Telah kucoba berlari dalam padang ilalang kerohanian. Dalam doa yang tak kunjung putus. Kugemuruh dalam teriak ke Langit: “Ya ALLAH, bersegeralah menolong aku…” itu semua dimaksudkan agar TUHAN bergegas memperhatikan aku, hambaNYA.

Namun, kawan ku…
Mungkin kah aku keliru berat? ‘Datang kepada TUHAN bukanlah sebuah pelarian; segala ulah kesalehan bukanlah deretan aksi peruntungan nasib-nasiban adakadabra. Bahwa segala letih lesu ini bakal segera padam dan berubah jadi alam cerah ceriah. Toh, dunia tetaplah alam dunia. Seperti kata si pelantun: “Di bumi yang berputar pasti ada gejolak….”

Kawan ku….
Akhirnya ada titik cahaya penuh harapan yang terlihat dan teralami. ‘Datang kepada Yesus, sejatinya, adalah saat-saat pembelajaran di dalam DIA dan bersama DIA.’
Karena toh, DIA tetap mengutus aku untuk ‘kembali hidup dan mengalami kehidupan sebagaimana adanya. Iya, sebagai sebuah kenyataan yang mesti dihadapi.’

Pos terkait