KEFAMENANU KABARNTT.ID — Kasus diare di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa pekan terakhir. Dinas Kesehatan TTU mencatat sebanyak 165 kasus telah dilaporkan di 20 puskesmas, dengan angka tertinggi berada di Puskesmas Ponu, Maubesi, Tasi Nifu, Bijaepasu, dan Eban.
Kepala Dinas Kesehatan TTU, Robert Tjeunfin, menyebut lonjakan ini perlu menjadi perhatian serius masyarakat. Menurutnya, pola hidup bersih dan sehat harus semakin ditingkatkan untuk mencegah penularan.
“Masyarakat perlu memastikan kebersihan tangan sebelum mengolah makanan, menjaga kualitas air bersih, serta memperhatikan pola asuh yang baik agar anak terhindar dari diare,” ujarnya di ruang kerja, Selasa (26/8/2025).
Robert menekankan agar orang tua tidak panik jika anak mengalami diare. Penanganan pertama yang harus dilakukan adalah mengganti cairan tubuh yang hilang.
“Pemberian cairan pengganti sangat penting. Bisa dengan oralit, atau bila tidak ada, gunakan larutan gula garam. Jangan menunda, karena dehidrasi dapat berakibat fatal pada anak,” jelasnya.
Gejala dehidrasi yang patut diwaspadai antara lain mata cekung, kulit keriput, hingga demam. Robert juga menyarankan untuk menghentikan sementara pemberian susu botol jika anak tidak bisa menerimanya, dan menggantinya dengan makanan lunak seperti bubur.
Ia menambahkan, pengobatan medis bukanlah langkah pertama, melainkan upaya lanjutan setelah pemenuhan cairan tubuh. Namun, jika kondisi pasien tidak kunjung membaik, masyarakat diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.







