KEFAMENANU KABARNTT.ID – Penyakit diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Data yang dihimpun Dinas Kesehatan TTU menunjukkan bahwa sejak bulan Januari hingga sekarang, tercatat 1.030 kasus diare yang ditangani oleh 25 Puskesmas di seluruh wilayah kabupaten. Dari jumlah tersebut, 2 pasien meninggal dunia, masing-masing seorang bayi berusia 3 bulan di Puskesmas Maubesi dan seorang anak berusia 1 tahun di Puskesmas Lurasik.
Kepala Dinas Kesehatan TTU, Robertus Tjeunfin, SKM., MPh, menegaskan bahwa meskipun angka kematian relatif rendah dibandingkan dengan jumlah total kasus, kondisi ini tetap menjadi perhatian serius pemerintah daerah.
“Diare merupakan salah satu penyakit yang sering dianggap sepele, padahal jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan dehidrasi berat dan berujung pada kematian, terutama pada bayi dan balita. Oleh karena itu, kami terus mendorong masyarakat untuk segera mengakses layanan kesehatan begitu gejala diare muncul,” ujar Robertus Tjeunfin.
Berdasarkan data per puskesmas, Puskesmas Eban mencatat kasus tertinggi dengan 155 pasien. Disusul Puskesmas Ponu (98 kasus) dan Puskesmas Lurasik (84 kasus). Beberapa puskesmas lain juga menunjukkan angka cukup tinggi seperti Puskesmas Tasinifu (83 kasus), Kaubele (78 kasus), dan Nunpene (63 kasus).
Sementara itu, puskesmas dengan jumlah kasus terendah adalah Puskesmas Tamis dan Puskesmas Tublopo, masing-masing hanya mencatat 3 kasus. Perbedaan angka ini menunjukkan adanya variasi faktor lingkungan, kepadatan penduduk, serta pola hidup masyarakat di tiap wilayah.







