Yang Tercecer dari HUT Matim Cup I, Tuan Rumah Yang Baik

matim cup3
Foto bersama pengurus PBVSI Manggarai Timur usai menyelenggarakanj kompetisi HUT Matim Cup 1. (foto: panitia)

KABARNTT.ID–Kompetisi bola voli putra-putri HUT Matim Cup I yang diselenggarakan PBVSI Manggarai Timur sudah berlalu. Panitia sukses menghadirkan warna-warni kehidupan  yang menyegarkan. Masyarakat terhibur. Penonton puas. Para peserta kompetisi pun legah, karena semua kegiatan berlangsung  begitu indah. Meski ada riak-riak kecil, tapi tak menyisakan luka bagi sesama pemain. Semuanya lebur dalam damai dan sikap sportivitas.

Tim  yang meraih kejuaraan mengulurkan syukur dan terima kasih kepada panitia. Sebab  galau sanksi sempat menggelayut. Terutama jumlah hadiah pembinaannya. Ada rentang jarak yang begitu lebar antara uang pendaftaran dengan nominal hadiahnya. Juara I, misalnya, ada  piala bergilir, piala tetap dan uang pembinaan sebesar Rp 10.000.000. Suatu  jumlah hadiah untuk ukuran sekelas bola voli amat  sensasional.

Benarkah angka hadiah tersebut nyata atau sebatas stimuli godaan bagi peserta untuk terlibat dalam kompetisi HUT Matim Cup I?. Itulah butir gunda gulananya. Sikap skeptis demikian  umumnya berasal dari mereka-mereka yang pernah ikut kompetisi. Sebab, konon katanya, entah di mana itu. Tapi pernah terjadi. Panitia penyelenggara kompetisi mengumumkan  hadiah menggiurkan. Jumlah besar. Juara 1 hadiah Rp 10.000.000. Maka tim ramai-ramai daftar dengan uang pendaftaran yang  cukup besar pula.

Namun  faktanya jumlah uang hadiah yang diterima peserta yang meraih kejuaraan berbeda dengan angka yang diumumkan. Padahal dalam pengumuman cukup jelas nominal hadiahnya. Tak heran, tim yang meraih juara mencak-mencak. Panitia tidak konsisten. Bahkan nekat patahkan piala di depan panitia. Itu cerita di negeri antah beranta sana, bukan di Manggarai Timur.

Pos terkait