“Tugas Kita Yang Paling Utama Adalah Mewartakan Sabda”

arnoldus janssen

(Senggolan tipis pada peringatan St Arnoldus Janssen, 15 Jan 2021)

 

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Oleh P. Kons Beo, SVD

Kons beo3 1

Sentilan-sentilum Seputar Kotbah

Injil telah selesai dibacakan. Kini homili segera dimulai. Belum apa-apa, umat sudah pada senyum-senyum. Ini sungguh senyum penuh harap. Pasti sebentar lagi homili segar segera disajikan. Dalam hati, ada yang mulai berandai, “Dia mau kotbah apa hari ini?” Ada juga yang berguman dalam hati, “Lelucon aneh apa lagi sebentar untuk ilustrasinya?”

Maklumlah, umat sepertinya sudah pada hafal apa dan bagaimana irama berkotbahnya setiap pastor saat rayakan ekaristi.

Ada umat yang senang karena homili yang tak panjang. Sekali lagi, senang karena kotbahnya yang tak makan waktu! Ada yang merasa cukup singkat, sementara ia masih berselera untuk mendengarkan! Ada yang sedikit ngomel-ngomel dan berani sekali nilai kotbah pastor yang menurutnya ‘ulang bale-ulang bale tar jelas arahnya.’ Ada yang pulang misa, sesampai di rumah masih cerita-cerita ulang ilustrasi pastor yang  lucu ngeri mati punya. Sayangnya, saat ditanya tentang Bacaan Injil yang diambil, semuanya pada lupa. Maklum cerita pastor waktu kotbah tadi ‘sudah amat kuasai medan.’ Sang pastor memang terbiasa dengan kalimat awal untuk memulai ilustrasi kotbahnya, “Terlepas dari Bacaan-Bacaan Kitab Suci yang kita dengar tadi, ini ada satu cerita…”

Ada juga yang beri koment lagi sambil senyum-senyum kecut bilang, “Kotbah yang tadi tu macam ulang terus-terus! Saya sudah ikut beberapa kali misa, dan dengar pastor itu selalu omong yang sama-sama saja.”

Pos terkait