Oleh: Frans Sarong

Pengelolaan Taman Nasional Komodo dan sejumlah daerah pelancongan sekitarnya di Nusa Tenggara Timur mendapat perhatian serius, setidaknya sejak tiga tahun lalu. Mimpinya, daerah pelancongan itu harus didandani sedemikian rupa hingga benar-benar menjadi kawasan destinasi super prioritas atau DSP.
Keseriusan itu ditandai lahirnya badan khusus yang disebut Badan Otorita Pariwisata (BOP) Labuan Bajo Flores. Pembentukannya berdasarkan Peraturan Presiden atau Perpres No. 32/2018 tertanggal 5 April 2018. Ada tiga BOP yang terbentuk berdasarkan Perpres itu. Selain BOP Labuan Bajo Flores, dua kembarannya adalah BOP Danau Toba dan BOP Borobudur.
Namun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, BOP berganti nama menjadi Badan Pelaksana Otorita atau BPO. Penggantian nama itu merujuk Permen Parekraf No. 7/2018, tertanggal 27 Juli 2018. Khusus BOP Labuan Bajo Flores, namanya berubah menjadi BPO Labuan Bajo Flores atau BPOLBF. Perubahan nama itu telah diumumkan olek direktur utamanya, Shana Fatina melalui awak media, Kamis (8/4/2021).
BPOLBF berkantor di Labuan Bajo, Kota Kabupaten Manggarai Barat. Labuan Bajo adalah gerbang masuk Taman Nasional Komodo (TNK), yang meliputi tiga pulau sedang: Komodo, Rinca dan Padar. TNK adalah obyek pelesiran yang sejak lama memikat pelancong dari berbagai pelosok dunia. Daya pikatnya adalah keberadaan kadal raksasa bernama komodo. Kadal tersisa dari zaman purba itu bertahan dan berhabitat di ketiga pulau tersebut.
Tingginya daya pikat TNK ditandai jumlah kunjungan pelancong terutama dari mancanegara, yang terus meningkat. Mengutip data dari Balai TNK di Labuan Bajo, jumlah pelancong TNK pada tahun 2017 sebanyak 117.102 orang. Mereka masing masing 69.893 orang wisatawan asing dan 47.209 orang lainnya wisatawan domestik. Tahun berikutnya, 2018, jumlah totalnya naik menjadi 176.380 orang, terdiri dari 121.409 pelancong asing dan 55.421 pelancong domestik. Lalu pada tahun 2019, jumlah pelancongnya melonjak menjadi 221.703 orang, masing masing wisatawan asing 144.068 orang dan wisatawan nusantara 77.637 orang.





