KUPANG kabarntt.id—Banyaknya jabatan yang sudah lama lowong dan dirangkap oleh pejabat lain di Pemerintah Kota Kupang mendapat sorotan dan kritikan anggota Komisi I DPRD Kota Kupang, Jemari Yoseph Dogon.
Untuk diketahui di lingkup Pemkot Kupang banyak jabatan eselon III dan II yang lowong ditinggalkan pejabat lama yang pensiun. Tak heran, banyak pejabat mesti menjabat rangkap sebagai pelaksana tugas (Plt) di jabatan-jabatan yang lowong itu.
“Menurut saya, tata kelola pemerintahan di Kota Kupang saat ini tampaknya sudah sangat, sangat amburadul. Kenapa? Karena banyak sekali pejabat yang merangkap jabatan, bahkan ada yang merangkap 2 sampai 3 jabatan dan ini yang membuat proses atau roda pemerintahan tidak jalan. Seolah-olah tidak ada lagi pegawai di Kota Kupang yang layak pada jabatan-jabatan tersebut,” kritik Jemari Yoseph Dogon kepada wartawan, Selasa (20/4/2021).
Menurut Dogon, sebenarnya kondisi seperti ini dapat diantisipasi sejak dini oleh Walikota Kupang sebagai kepala daerah dan pengambil kebijakan. Karena Walikota Kupang mengetahui komposisi pejabat eselon II dan eselon lll yang akan memasuki masa pensiun.
“Berdasarkan data pejabat eselon II yang akan memasuki masa pensiun, kepala daerah bisa mengambil langkah-langkah untuk mencegah terjadinya kekosongan pajabat definitif pada satu atau lebih perangkat daerah,” kata Dogon.
Dogon mengatakan, sampai sekarang banyak jabatan eselon II yang dipegang oleh pejabat sementara dari kalangan pejabat eselon III dan juga banyak pejabat yang rangkap jabatan sampai dengan 3 jabatan.







