“Pada saat Seroja, siklon berada sangat dekat dan masuk ke wilayah NTT, seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan selatan Pulau Sumba,” jelas Nenot’ek.
Sementara itu, bibit Siklon 97S saat ini berada di wilayah Darwin, Australia, dengan jarak sekitar 800 kilometer dari Kota Kupang.
“Jarak tersebut sangat jauh. Dampak yang dirasakan di NTT hanya bersifat tidak langsung, seperti potensi hujan sedang hingga lebat, namun tidak merata di seluruh wilayah,” katanya.
Nenot’ek menambahkan, wilayah yang berpotensi mengalami dampak tidak langsung meliputi NTT bagian selatan, seperti Pulau Timor, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan selatan Pulau Sumba.
“Radius ancaman bibit siklon tropis umumnya sekitar 150 hingga 200 kilometer. Sementara Siklon 97S berada jauh di luar radius tersebut. Berdasarkan prediksi BMKG, Siklon 97S baru berpotensi menjadi siklon tropis pada Selasa mendatang dan tetap jauh dari wilayah NTT,” pungkasnya. (Siu)







