“Walau baru satu, namun kita lihat dampaknya luar biasa. Anak-anak dapat pemenuhan nilai gizi dan juga pekerja di sini ada 50 orang, belum lagi yang kerja di sektor pendukung, ternak, petani baik itu petani padi, petani holtikultura, sayur, buah dan sebagainya dan ini akan memutar betul ekonomi masyarakat di TTU khususnya di daerah sekitar dapur itu,” jelas Melki.
Melki menuturkan, makan bergizi gratis ini merupakan fondasi bagi tumbuh kembang agar anak-anak Indonesia khususnya NTT dapat menjadi anak yang kuat, memiliki kecerdasan. Bahkan, membuat anak-anak bisa fokus untuk belajar dan berkarya, karena, tidak ada lagi rasa lapar pada saat mengikuti pelajaran.
Sementara itu Restha, Kepala SPPG mengatakan kepada Gubernur NTT bahwa suplai makanan yang diolah di dapur MBG Yabiku tersebut mayoritas berasal dari kelompok tani setempat. Ia juga mengatakan dapur ini menyerap banyak tenaga kerja lokal.
Dapur kami memiliki sekitar 50 orang pekerja, termasuk ahli gizi dan akuntan. Dan sayuran yang digunakan dan diolah di dapur ini berasal dari kelompok tani setempat yang memiliki kualitas yang segar dan bagus. Untuk buah-buahan kami memang tidak terlalu variatif karena yang kami gunakan adalah pisang dan pepaya. Namun sekarang kami juga dorong agar kelompok tani juga mengembangkan/membudidayakan tanaman hortikultura lainnya untuk bahan MBG,” papar Restha.
Bupati TTU, Falentinus Kebo, pada kesempatan tersebut mengapresiasi Gubernur NTT yang telah datang berkunjung ke TTU walau dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat. Kebo mengatakan ke depannya akan menambah dapur MBG lainnya untuk menyukseskan program nasional MBG.







