Pelatihan dan bimbingan teknis akan diberikan kepada pengawas dan guru SD agar program ini tidak berhenti di tataran konsep, tapi benar-benar diterapkan di kelas. Sebanyak 274 SD akan dilibatkan,” kata Frent Omenu.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD TTU, Robert Tubani memastikan dukungan penuh dari lembaga legislatif untuk keberlanjutan program.
“Kami akan terus membangun koordinasi agar program berjalan optimal dan berdampak nyata pada kualitas pendidikan dasar,” ujarnya.
Program Inovasi Fase 3 menjadi panggilan untuk membangun kembali ekosistem pendidikan di TTU yang lebih menyeluruh. Tidak hanya soal peningkatan kapasitas guru, tetapi juga bagaimana komunitas, orang tua, dan pemerintah bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan efektif bagi anak-anak.
Dengan semangat gotong royong, Kabupaten TTU menunjukkan bahwa transformasi pendidikan bukan tugas satu pihak saja, tetapi tanggung jawab bersama untuk mencetak generasi masa depan yang cerdas, tangguh, dan berkarakter. (siu)







