Renungan Harian Rabu, 30 April 2025

bb49ee3cfe72b44b80dfe5de64178d55859a8565c96a60c16eda65689ba1b870.0

Oleh Pater Kons Beo, SVD

Bacaan I Kisah Para Rasul 5:17-26
Mazmur Tanggapan Mzm 34:2-3.4-5.6-7.8-9
Ref: “Orang yang tertindas berseru dan Tuhan mendengarkan”
Injil Yohanes 3:16-21

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga IA telah mengaruniakan AnakNYA yang tunggal…”
Yoh 3:16
(Sic enim Deus dilexit mundum, ut Filium suum unigenitum daret..)

Kawan ku…
Sudah jelas bahwa penggerak demi keberadaan dan ziarah hidup kita adalah Kasih.

Yesus, Anak tunggal Allah diutus Bapa ke dunia dalam semangat kasih. Kasih yang:
-mencari
-menyembuhkan
-mengampuni
-meneguhkan
-membebaskan
-membawa harapan
-menyelamatkan..

Dan Kasih itu tak pernah:
-mengasingkan
-merendahkan
-menghukum
-mengabaikan
-memfitnah
-membenci

Kawan ku…
Kita semua menjadi ‘hidup dan berkembang dalam hidup kerena Kasih.’
Maka, dalam diri kita selalu bergema suara panggilan Kasih.
Karenanya pula,

Kawan ku…
Tak hanya mengalami Kasih dari Tuhan, tak cuma menerima Kasih dan kebaikan dari sesama, kita berdua dipanggil untuk ciptakan aura Kasih, untuk ungkapkan tindakan Kasih itu. Walau dalam cara-cata kecil dan sederhana.

Kawan ku….
Kita adalah ‘anak-anak Kasih yang mengasihi. Dan kita melakukan semuanya dalam Kasih..’
Kalimat bijak itu ingatkan, ‘Saat kau menghina, melukai, menekan, merendahkan orang lain, iya di saat kau berperangai, bersikap dan bertindak anti kasih, di saat itulah jembatanmu menuju kekudusan pribadi menjadi ambruk…

Verbo Dei Amorem Spiranti

Tuhan memberkati
Amin. Alleluia…

Pos terkait