Keluarga Katolik: Tiang-Tiang Dasar Gereja, Umat Allah

ilustrasi keluarga katolik

(Beberapa Pokok Pikiran pada Pesta Keluarga Kudus)

 Oleh : P. Kons Beo, SVD

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Kons beo3 1

Gereja tanpa kehidupan keluarga, amat sulit sulit terpikirkan. Ini bukan saja soal menyangkut jumlah umat Gereja yang tentu berkaitan langsung dengan jumlah anggota keluarga. Tetapi bahwa kualitas kehidupan Gereja secara umum tergantung langsung-lurus-intim dari panorama ziarah keluarga itu sendiri. Di dalam keseharian hidup. Setidaknya terdapat dua ungkapan kunci untuk menggambarkan Keluarga Katolik. Pertama, Keluarga Katolik sebagai miniatur Gereja Universal (Gereja Mini) dan Keluarga Katolik sebagai Domus Fomata (Rumah Pembentukan) yang berkaitan terutama dengan iman dan nilai-nilai Injili.

Para Bapa Konsili Vatikan II (Gravissimum Educationis) dan juga Paus Yohanes Paulus II (Christifideles Laici dan Familliaris Consortio) amat berpeduli akan formasi indentitas, karakter, jati diri, atau juga disebut autoritas (kewibawaan) yang mesti tampak dalam Keluarga-Keluarga Katolik.

Terdapat 4 aspek mendasar yang menjadi kewibawaan satu Keluarga Katolik:

  1. Kewibawaan Spiritual (Rohani)

 Ini amat berkaitan dengan kualitas relasi keluarga dengan Tuhan. Berkaitan dengan lingkup doa, devosi-devosi, dan terlebih perayaan ekaristi. Menjadi Famillia Orans (keluarga yang berdoa). Ini juga berkaitan keluarga yang disemangati oleh Kitab Suci (Sabda Allah). Menjadi Keluarga yang berakar dan hidup dari pemberitaan Sabda Allah (Famillia Kerygmata). Tugas orangtua: menjadi contoh dan motivator bagi anak-anak untuk berdoa, membaca Kitab Suci, kesetiaan pada Perayaan Ekaristi. Nb: sekarang ini anak-anak lebih hafal nama-nama artis, pemain sepak bola ketimbang tokoh-tokoh dalam Kitab Suci. Kita jangan kehilangan nafas rohani dari Kisah-Kisah dalam Kitab Suci.

Pos terkait