Keluarga Katolik: Tiang-Tiang Dasar Gereja, Umat Allah

ilustrasi keluarga katolik

Di baliknya ada tiga hal mendasar dan praktis:

  • Jaga dan hormati diri sendiri dalam status sebagai…… Istri adalah perempuan bersuami; suami adalah laki-laki beristri (relasi eksklusif suami-istri.
  • Suami dan istri harus saling menggembalakan: mendukung dalam hal kebaikan, saling mengingatkan (menegur) dalam hal yang keliru atau salah.
  • Orangtua punya tanggung jawab bagi hidup anak-anak. Berkaitan dengan kebutuhan-kebutuhan dasar (makan minum, rumah, pakaian, kesehatan, pendidikan) dan juga menciptakan atmosfer yang sehat dalam rumah! Agar janganlah putus asa, kecewa, sakit hati, memberontak dll muncul tiap hari dalam rumah. Misalnya ada ironi seperti berikut: sekelompok anak muda nyanyi tengah-tengah malam, bikin ribut di saat warga lain telah tidur malam. Dan lagu yang dinyanyikan: Lebih baik di sini. Rumah Kita sendiri…, mirisnya dinyanyikan tengah malam, dan di pinggiran jalan umum! ‘Apakah rupanya pinggir jalan dan tengah malam itu telah jadi tempat dan muara irama hidup mereka?’

Aspek kewibawaan Pastoral ini mesti didukung oleh: Kasih, kesetiaan dan juga pengorbanan….

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!
  1. Kewibawaan Missioner: Perutusan

Menjadi keluarga Katolik yang diutus dalam kehidupan pada umumnya. Ini berkaitan dengan implementasi nilai-nilai kristiani dalam kehidupan nyata. Dalam perelasian dan perjumpaan dengan sesama dan dunia. Keluarga Katolik itu berciri inklusif, terbuka, mengarah kepada kepentingan atau kesejahteraan umum.

Dalam Injil diungkapkan sebagai keluarga yang menghayati hidup sebagai garam dan terang dunia (Mat 5:13-16).  Kata Yesus bagi para murid: “Demikian orang akan mengakui bahwa kamu adalah murid-muridKu, jikalau kamu saling mengasihi” (Yoh 1335). Kita ingat juga akan kisah perutusan para murid, yang juga ingatkan kita akan perutusan kita sebagai keluarga katolik!!

Pos terkait