Keluarga Katolik: Tiang-Tiang Dasar Gereja, Umat Allah

ilustrasi keluarga katolik

Bukan hanya kaum berjubah atau bertudung yang diutus. Tetapi juga keluarga-keluarga Katolik.

Perjumpaan keluarga dengan masyarakat semesta pada masa sekarang ini sudah tak terhindarkan! Kita harus akui bahwa dalam perjumpaan-perjumpaan ini adalah apa disebut dinamika atau proses saling serap!! Artinya bahwa Gereja dalam diri keluarga tetap hadir dalam berbagai macam arena perjumpaan, tetapi pada saat yang sama ia pasti mengalami tantangan badai-badai zaman yang nyata dalam cara berpikir, mental, sikap dan tindakan, serta serta terutama pola hidup.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Istilah-istilah harian yang dianggap sederhana dan biasa tetapi sebenarnya mengandung kegawatan dan kedaruratan. Misalnya istilah zaman now’Wah, bapa itu sudah beristri, tapi macamnya berselera dan berpenampilan bujangan.” Lantas ditanggapi biasa, “Ya, begitulah bapa-bapa zaman now!’’

Para ibu juga misalnya dalam tampilan tak mau kalah dengan anak-anak gadis mereka. Lalu dibilang, “Ini namanya ibu-ibu zaman now”.

Juga anak-anak kita, bila diperhatikan: irama hidup bisa berantakan, kurang semangat, tiada tanda-tanda perjuangan, apalagi untuk kerja keras. Bila ditanya, “Kenapa bisa begini?” maka jawabannya, “lagi galau”.

Hati-hatilah, dalam masyarakat sudah muncul generasi galau  ketimbang generasi yang memberi tanda-tanda harapan akan masa depan. Karena itu OMK, Sekar Sekami haruslah kuat untuk menjadi salah satu wadah pengusir rupa-rupa kegalauan.

Banjirnya film-film atau sinetron juga bisa jadi tantangan tersendiri! Misalnya saja banyak sinetron menghadirkan kisah-kisah balas dendam. Kita penonton, juga rasa puas dan tidur nyenyak, bila ada adegan balas dendam terjadi. Artinya yang jahat, musuh harus dibalas dan dimusnahkan… Kita tak pernah sadar bahwa kita adalah orang Kristen. Yesus ajarkan: jangan membalas, berdoalah bagi musuh-musuh. Cerita-cerita Injil yang damai dan rukun, pengampunan mesti berhadapan dengan kenyataan hidup yang ditayangkan lewat film, fragmen-fragmen yang menantang! Ini tugas terutama guru-guru, para katekis, dan tentu saja para orangtua.

Pos terkait