Dalam konteks ini ada 2 (dua) hal yang perlu mendapat perhatian. Pertama, kepentingan bersama, kesejahteraan umum, keselamatan bersama (bonum communae), hendaknya menjadi elemen dasar yang melandasi gerakan kenormalan baru. Semua warga harus menyadari bahwa kewajiban untuk menjalani berbagai aktivitas dengan arahan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker saat ke pasar atau ke mal atau ketika bertamasya ke pantai, mencuci tangan dengan air atau hand sanitizer; berbaris antri teratur dan menjaga jarak, bukanlah melulu demi kesehatan dan keselamatan dirinya pribadi, melainkan terlebih demi kepentingan bersama. Dalam kerangka ini, bonum commune harus menjadi landasan pijak kerangka acuan pendidikan dan sosialisasi; mesti menjadi topik kampanye, tagline yang menggema di mana dan kapanpun.
Kedua, kenormalan baru hendaknya menjadi eksperimen perubahan. Kawanan hewan adalah kerumunan yang hanya akan bergerak apabila ada bukti perubahan di depan mata. Kata “di depan mata” bisa dipahami secara harafiah. Jika kita seperti itu pula, mungkin ada baiknya dalam masa kenormalan baru ini, kita membuat eksperimen perubahan yang sungguh kasat mata. Karena lompatan besar pertumbuhan ekonomi akan memakan waktu lebih lama. Begitu pun usaha penegakan hukum dan menjadikannya sebagai panglima. Kasus wabah Covid-19 yang mengharuskan kita untuk menjalankan protokol kesehatan bisa menjadi bidang potensial bagi eksperimen perubahan yang menarik. Andaikata kita semua terima dengan sepenuh hati dan menjalankannya, niscaya terbangun sebuah gerakan yang indah dan menggetarkan ke segala bidang. Kita menggunakan masker untuk melindungi diri dari virus corona dan tergugah menggunakan masker sebagai pelindung dari virus untuk memperkaya dan memakmuran diri. Kita terbiasa mencuci tangan, bukan sekedar membersihkan diri; melainkan juga untuk memurnikan hati. Kita mulai membiasakan diri berinteraksi dengan berbagai kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga terbiasa untuk tidak menghabiskan anggaran untuk kunjungan kerja, studi banding. Kita menjaga jarak agar tidak terjangkiti dan menjangkiti virus corona dan berbagai virus lain yang menyebabkan kehidupan bersama menjadi terganggu.







