OELAMASI kabarntt.id—Pemerintah Kabupaten Kupang hingga di tahun ini masih mengalami defisit pembiayaan sebesar Rp 27 miliar. Semua OPD sumber pendapatan harus terus menggali potensi pendapatannya. Sumber pendapatan inilah yang akan digunakan untuk membawa masyarakat Kabupaten Kupang keluar dari persoalan-persoalan ekonomi saat ini.
Demikian diungkap Bupati Kupang, Korinus Masneno, saat membuka Musrenbang RKPD secara hybrid di Ruang Rapat Bupati Kupang di Oelamasi, Rabu (13/4/2022).
Menurut Masneno, penuntasan isu-isu strategis daerah menjadi tujuan kerja dalam pelaksanaan Musrenbangkab ini. Tentu, harus dipastikan program apa yang diyakini mampu memberantas kemiskinan, meningkatkan kualitas SDM, mengoptimalkan potensi dan pemantapan insfrastruktur, mempercepat pertumbuhan ekonomi, menguatkan nilai kearifan lokal serta memperbaiki kerusakan lingkungan yang merupakan tanggung jawab pemerintah dan Dewan Rakyat Daerah kepada masyarakat Kabupaten Kupang.
TAPD, harap Masneno, harus memastikan 60 % komposisi pembelanjaan hanya untuk belanja modal dan program peningkatan kesejahteraan publik serta menciptakan karya pengabdian demi mewujudkan masyarakat yang maju, mandiri dan sejahtera.
Masneno juga meminta atensi serius dari semua pihak untuk merealisasikan target-target pembangunan yang telah ditetapkan sebelumnya dalam RPJMD.
“Pergunakan forum Musrenbangkab ini sebagai suatu wadah klarifikasi dan penyelarasan agar tercipta kesepakatan dalam pencapaian tujuan, strategi, dan arah kebijakan sesuai RPJMD. Bahan Musrenbangkab ini berasal dari bahan rancangan awal hasil verifikasi usulan kecamatan dan pokir DPRD melalui forum perangkat daerah dan akan kita sempurnakan bersama- sama melalui pembahasan dan persetujuan menjadi rancangan akhir Renja perangkat daerah,” ungkapnya.







