Massa Aksi Tuntut Batalkan Hasil PSU, Ini Penjelasan KPU TTU

IMG 20240302 WA0069

Namun, tambahnya, pada PSU yang digelar pada 24 Februari 2024 perolehan suara partai Hanura kembali anjlok di TPS 07 Kelurahan Aplasi hingga menyebabkan kursi Hanura kembali direbut oleh caleg dari Partai Golkar.

Jeheskiel menduga, ada upaya permainan politik kotor yang sengaja dimainkan oleh oknum penyelenggara dan caleg tertentu sehingga terjadi PSU dan menyebabkan perolehan suara Partai Hanura menurun drastis.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Kami menuntut untuk membatalkan hasil PSU karena kami menduga bahwa ini ada permainan kepentingan politik penyelenggara dan caleg tertentu yang dilakukan secara tau dan mau untuk menggagalkan kemenangan partai Hanura di Dapil TTU I. Oleh karena itu kami menuntut agar KPU segera membatalkan hasil PSU dan menghentikan sementara proses pleno tingkat Kabupaten sampai persoalan ini menjadi clear,” ujarnya.

Jehezkiel menegaskan, jika tuntutan mereka tidak terpenuhi maka Ia memastikan akan membawa massa aksi dalam jumlah lebih besar untuk menggelar aksi demonstrasi sampai tuntutan mereka benar-benar terpenuhi.

“Besok kami akan datang lagi dengan jumlah massa yang lebih besar. Kami akan terus melakukan aksi demonstrasi sampai tuntutan kami benar-benar terpenuhi,” tegasnya.

Diketahui, massa aksi yang berjumlah ratusan orang ini dikoordinir oleh 2 orang mantan Caleg Partai Hanura yakni Yehezkiel E. Nenotek dan Maria Naisoko.(Siu)

Pos terkait