Pemkot Kupang Gandeng IDAI Dan POGI Tangani Stunting

IMG 20241014 WA0056 1

Untuk mencapai hasil ini, Dinas Kesehatan Kota Kupang telah melaksanakan berbagai intervensi spesifik, termasuk pemberian makanan tambahan, tablet tambah darah, pemeriksaan ibu hamil, serta dukungan bagi remaja yang mengalami leukemia.

Inovasi terus dilakukan untuk menangani stunting, salah satunya melalui pemberian susu pangan olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak stunting.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Sejak tahun lalu, kami telah menyediakan susu PKMK, dan hingga saat ini, Puskesmas Oesapa telah melaporkan distribusi lebih dari 500 susu PKMK,” ungkap Retnowati.

Kepala Puskesmas Oesapa, dr. Ovlian Manafe, menyampaikan hasil evaluasi terbaru mengenai masalah gizi di wilayah kerjanya, mencakup sasaran balita dan ibu hamil yang menjadi perhatian utama dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Jumlah balita yang menjadi sasaran program adalah 3.887, sedangkan sasaran ibu hamil terdapat 1.783 ibu hamil.

UPTD Puskesmas Oesapa telah melaksanakan berbagai intervensi spesifik dan sensitif, antara lain perawatan gizi buruk, rujukan balita gizi buruk ke rumah sakit, pemberian makanan tambahan lokal bagi balita gizi kurang dan ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK), tatalaksana balita stunting dengan susu PKMK, serta edukasi gizi secara berkala.

Selain itu, dilakukan intervensi sensitif meliputi kunjungan lintas sektor serta bantuan dari donatur dan CSR untuk mendukung pelatihan dan pendampingan. Harapannya dengan upaya kolaboratif ini, status gizi balita dan ibu hamil di wilayah Oesapa dapat meningkat, sehingga menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif. (prokopim kota kupang/chris dethan/eman hala)

Pos terkait