KUPANG kabarntt.id—Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi (JNS), mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT terus berkomunikasi dengan Pemerintah Pusat agar upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana seroja dapat berjalan dengan cepat dan tepat.
“Kita akan terus mendorong Pemerintah Pusat untuk menerbitkan Inpres terkait upaya percepatan, rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana seroja di NTT. Tentunya Inpres ini sangat penting. Kita sudah menghubungi Pak Pramono (Sektretaris Kabinet, Red) untuk hal ini, ” jelas Wagub JNS saat menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja di ruang kerja Wagub NTT, Selasa (18/5/2021).
Dalam kesempatan tersebut I Nyoman Ariawan Atmaja memaparkan hasil penilaian dan analisis Bank Indonesia Perwakilan NTT terhadap dampak bencana seroja bagi perekonomian NTT.
Wagub Nae Soi memberikan apresiasi atas upaya BI Perwakilan NTT tersebut. Bahan tersebut dapat menjadi rujukan bagi Pemerintah Provinsi mengambil langkah-langkah strategis untuk pemulihan ekonomi NTT pascabencana seroja.
“Kita juga sedang mengupayakan pinjaman dana dari PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur, Red) sebesar Rp 1,5 triliun untuk pembangunan infrastruktur, sektor pertanian, peternakan dan perikanan. Terima kasih untuk hasil analisa dari BI NTT,” kata Nae Soi, politisk Partai Golkar ini.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja, menjelaskan, badai seroja memiliki dampak besar dari sisi ekonomi. Pada sektor pertanian, kerusakan lahan padi mencapai 23.517 ha dan 13.960 ha lahan jagung. Atau setara luas panen 325.469 ha padi dan 366.740 ha jagung pada tahun 2021.







