Rekrutmen Tenaga Kerja di Pelabuhan Diduga Main Mata, Pemuda Wini Marah: Kami Dipinggirkan di Tanah Sendiri!

IMG 20250925 191514

KEFAMENANU KABARNTT.ID — Suasana Pelabuhan Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), memanas pada Kamis (25/9/2025) pagi. Puluhan pemuda dan warga Desa Humusu Wini turun ke lokasi, melancarkan protes keras terhadap praktik rekrutmen tenaga kerja yang mereka nilai sarat permainan kotor dan mengabaikan masyarakat lokal.

Dalam aksinya, massa menuding Syahbandar Pelabuhan Wini terlibat dalam rekrutmen tertutup yang justru meloloskan banyak pekerja dari luar daerah, sementara pemuda asli Humusu Wini dibiarkan terpinggirkan di tanahnya sendiri.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Koordinator aksi, Alfons Ranu, dengan lantang mengecam kebijakan tersebut.

“Ini pelecehan bagi kami masyarakat Wini. Dari awal tidak ada sosialisasi, tiba-tiba diumumkan hasil seleksi. Lebih parah lagi, banyak orang luar, bahkan dari Kupang, yang diterima. Sementara putra daerah hanya jadi penonton. Ini ketidakadilan yang kami tolak keras!” tegas Alfons.

Massa sempat mencoba berdialog dengan petugas pelabuhan. Namun, dialog kandas karena Syahbandar selaku pihak yang paling bertanggung jawab tidak berada di tempat. Hal itu makin memicu kecurigaan warga adanya praktik “main mata” dalam proses rekrutmen.

“Kami datang bukan untuk main-main. Kami ingin bertemu Syahbandar, karena beliau yang paling bertanggung jawab. Kalau beliau menghindar, berarti ada sesuatu yang disembunyikan,” tambah Alfons.

Masyarakat Humusu Wini menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan keberpihakan nyata terhadap pemuda lokal. Mereka menuntut agar seluruh tenaga kerja non-teknis di Pelabuhan Wini diprioritaskan bagi warga sekitar sebagai bentuk penghargaan atas tanah dan keberadaan pelabuhan di desa mereka.

Pos terkait