Unwira Jadi Tuan Rumah Simposium Internasional ASPAC MER

kupang unwira

“Setelah kolonialisme runtuh kita dihadapkan dengan era Postmodern, makanya kami mencoba untuk memahami lebih lanjut tentang apa itu misi dalam pendidikan dan juga penelitian di dunia jaman sekarang ini,” lanjut dia.

Selain itu tujuan lainnya dari simposium ini adalah memperkenalkan dan menyatukan para peneliti senior dan peneliti pemula agar tidak fokus pada satu disiplin saja tetapi multidisiplin dari berbagai macam sektor.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Indonesia menjadi fokus kami karena negara ini paling banyak mengirim misionaris ke luar negeri dengan tujuan untuk memahami hubungan antar kebudayaan inilah yang menjadi fokus,” tegas Pater Stanis.

Sementara Koordinator ASPAC MER, Pater  Dr. Jose K Jacob, SVD, menyampaikan Unwira merupakan salah satu Universitas Katolik yang saat ini berkembang cukup pesat.

Untuk itu pihaknya ingin agar para generasi muda, terutama mahasiswa Unwira dapat memahami isu-isu sosial dan antropologi.  Sebab, menurutnya, generasi muda saat ini tidak terlalu memahami tentang nilai dalam kebenaran dan nilai mana yang harus diikuti.

“Untuk itu yang ingin kami tonjolkan di sini adalah nilai Kekristenan dalam menghadapi era Postmodern dan Post Truth. Generasi muda saat ini relasi hubungan antara keluarga sudah sedikit renggang karena tidak ada lagi pemahaman tentang kebenaran. Hal-hal inilah yang ingin kami diskusikan dalam konferensi ini dengan harapan memberikan pemahaman misi Kristen kepada generasi muda,” jelas Pater  . Jose.

Simposium ini akan dilakukan secara online dan offline, yang diikuti oleh 24 peserta internasional secara online dan 26 peserta yang terdiri dari dosen serta mahasiswa Unwira dan para undangan secara offline. Kegiatan akan berlangsung selama empat hari terhitung dari 22-25 Juni 2022.  (np)

Pos terkait