Kusuma Wardani juga menjelaskan, Kota Kupang mendapat perhatian lagi karena Kota Kupang dalam proses penataan kota sehingga menjadi perhatian khusus pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR RI.
Menurutnya, dengan kawasan yang lebih luas, Kota Kupang akan menjadi pilot project untuk pengembangan kota-kota lainnya di Indonesia. Untuk itu, ia menambahkan bahwa pengembangan Kota Kupang tahap satu menjadi perhatian penting karena akan menjadi acuan untuk pengembangan kota tahap dua.
Kepala BPJN X Kupang, Dr. Ir. Muktar Napitupulu, M.Sc. dalam kesempatan itu mengusulkan agar ada standar desain yang kompatibel dengan rencana pengembangan kota yaitu desain ideal yang bisa dikerjakan dengan memperhatikan analisis perkotaan untuk mewujudkan Kota Kupang sebagai kota pengembangan premium.
Wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi, menyambut hangat upaya penataan wajah Kota Kupang sebagai Ibukota provinsi.
Dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat ini, menurutnya, Kota Kupang akan lebih menunjukkan kharismanya sebagai ibu kota provinsi dengan adanya penataan kota tahap kedua ini.
Secara khusus Wagub Nai Soi juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah pusat.
“Saya berterima kasih kepada Presiden Jokowi, melalui Kementerian PUPR RI yang sudah membantu kami untuk menata Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi ini menjadi lebih baik dan juga membantu penataan destinasi wisata di Labuan Bajo,” katanya.
Sementara itu, Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore, mengemukakan bahwa Pemerintah Kota Kupang akan memberi perhatian khusus untuk mempersiapkan lahan yang akan dilakukan penataan tahap 2 serta berjanji jajarannya akan menata aset agar tidak terjadi kendala di kemudian hari.







