Untuk itu, berbagai masukan yang disampaikan oleh pihak Kementerian PUPR dan BPJN X akan menjadi perhatiannya untuk segera diselesaikan sehingga proyek dapat rampung tepat waktu sesuai perencanaan.
Ia menambahkan, desain penataan kota ini nantinya akan menonjolkan kearifan khas daerah Kota Kupang dengan penataan bebatuan, pohon-pohon termasuk pohon lontar serta menampilkan arsitektur adat yang mewakili tradisi kedaerahan di Kota Kupang.
Pemerintah Kota Kupang, kata Jefri, juga akan gencar melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak menjaga fasilitas yang telah dibangun.
Usai pertemuan, kepada awak media Jefri menjelaskan, pengembangan bundaran mencakup 3 lokasi bundaran yaitu Bundaran El Tari, Bundaran Patung Kirab dan Bundaran Patung Tirosa.
Selain itu penataan juga mencakup 4 gerbang masuk kota, yaitu masing-masing terletak di Bimoku, Belo, Bolok, dan Penfui. Semuanya akan dibiayai dari APBN atau bantuan pemerintah pusat.
“Kita mendapat bantuan dari pemerintah pusat senilai sekitar 125 miliar dari APBN, proyek akan dilaksanakan secara multiyears. Rencananya akan mulai dilelang mulai bulan Juni tahun ini, dan diperkirakan akan selesai tahun 2022. Kita bersyukur dan berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat kepada Kota Kupang karena semua ini anggarannya sesuai dengan lobi,” jelasnya. (pkp_nys/rdp)







