Dukung Pelayanan, Kopdit Swasti Sari Resmikan Kantor Cabang SoE

yohanes sason helan3
Yohanes Sason Helan

KUPANG kabarntt.id—Kerja cerdas disertai pelayanan yang berkualitas, Kopdit Swasti Sari mampu mengajak 10.000 anggota warga Timor Tengah Selatan (TTS) bergabung menjadi anggota koperasi. Bahkan menjadi Tuan dan Nyonya di koperasi tersebut.

Tidak hanya itu, Kopdit Swasti Sari juga mampu mengumpulkan dan mengelola dana masyarakat sekitar Rp 50 miliar lebih dengan skema simpan pinjam untuk pemberdayaan ekonomi anggota dan berbagai produk unggulan lain.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Agar tetap memberikan pelayanan yang maksimal dan berkualiras, Kopdit Swasti Sari telah menambah dan membangun gedung kantor yang ada di SoE, tepatnya di Jalan Trans Timor depan Polres TTS dan satu kantor lagi di Oesao.

Kantor Cabang SoE rencananya akan diresmikan, Sabtu (21/1/2023).

General Manager KSP Kopdit Swasti Sari, Yohanes Sason Helan, Kamis (19/1/2023), menyampaikan, peresmian gedung kantor baru Kopdit Swasti Sari di TTS segera mungkin dilakukan dalam membantu pelayanan yang maksimal kepada anggota.

“Persembahan kantor pelayanan baru ini adalah bagian dari cara kita memberikan kenyamanan dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi anggota yang adalah pemilik sah lembaga ini. Setelah sekian tahun kita melayani anggota di TTS di kantor berstatus kontrak, kini kita akhirnya bisa membangun sebuah kantor sendiri. Inilah oleh-oleh awal tahun yang istimewa untuk anggota kita,“ jelas Sason.

Menurut Sason, dengan bergabungnya kurang lebih 10.000 orang anggota juga dengan aset yang beredar sekitar Rp 50 miliar lebih, sejujurnya Kabupaten TTS itu salah satu pasar potensial ekonomi berbasis koperasi dengan sentuhan pemberdayaan ekonomi melalui akses pinjaman berbunga murah.

“Kita dengar banyak juga warga yang selama ini terlilit hutang dari rentenir karena praktek ijon sehingga mengalami kesulitan hidup dan ekonomi yang luar biasa. Ini sangat disayangkan. Koperasi sebagai soko guru perekonomian sebenarnya harus hadir dengan fasilitas murah meriah sebagai jembatan bagi masyarakat untuk mengakses permodalan yang murah dan terjangkau, namun selama ini jarang diarahkan oleh pihak-pihak yang punya otoritas,” paparnya.

Sason sangat berharap agar banyak pihak harus mulai buka mata dan mendorong warga untuk terus berusaha, membuka unit usaha ekonomi produktif berbasis koperasi dengan skema pinjaman yang murah dan beradab, sehingga masyarakat dengan mudah mendapatkan pinjaman untuk pengelolaan ekonomi di masyarakat bawah.

“Kita jangan terkecoh dengan ulah rentenir yang sangat menyengsarakan masyarakat melalui pola ijon yang memberatkan. Kopdit Swasti Sari hadir sepenuh hati untuk memberdayakan masyarakat dan juga mensejahterakan ekonomi anggota,” seru Sason. (np)

Pos terkait