KDKMP difokuskan untuk mendorong pengolahan hasil pertanian sebelum dipasarkan sehingga memiliki nilai tambah.
“Misalnya kacang mente dijual dalam bentuk olahan, bukan mentah. Kita bisa menjaga harga, sehingga masyarakat mendapatkan nilai jual lebih baik. Termasuk jagung dan komoditas lainnya,” jelas Vinsentius.
Potensi pertanian Desa Maubesi meliputi kacang mente, kemiri, kacang-kacangan, nenas, asam, hingga batu merah. Dengan dukungan koperasi, komoditas tersebut diharapkan dapat diolah terlebih dahulu sebelum dipasarkan.
Pemerintah desa juga membuka peluang kerja bagi generasi muda dengan mendata lulusan yang tinggal di desa untuk dilibatkan dalam sektor pertanian dan peternakan.
Langkah ini diharapkan mampu menekan angka perantauan sekaligus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di desa.
Struktur pengurus KDKMP terdiri dari ketua, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara.
Kepala desa serta Ketua BPD bertindak sebagai pengawas. Pengurus telah dibentuk sejak 2025 dan kini memasuki tahap persiapan operasional penuh.
Sinergi Koperasi dan BUMDes
Vinsentius menegaskan Koperasi Merah Putih dan BUMDes memiliki peran berbeda namun dapat berjalan beriringan.
“BUMDes bisa menampung hasil, koperasi memasarkan. Bisa juga kerja sama sesuai kebutuhan. Yang penting dikomunikasikan dan dikerjakan bersama,” pungkasnya. (Siu)







