“Dan ini juga sebagai bukti saya menghargai serta saya memberikan penghormatan kepada mereka yang sudah berkontribusi secara intelektual. Kita harus mampu untuk menjadi bagian dari pembangunan. Itu ciri khas manusia pemimpin. Nilai intelektual itu tidak gampang dan tidak semua orang begitu. Itulah kenapa saya datang di mana saja akan beli,” tegas Viktor.
Viktor berharap agar karya-karya intelektual ini harus dinarasikan secara baik agar tercatat sebagai sebuah bukti sejarah. Jika sudah dinarasikan maka akan berdampak pada nilai ekonomis sebuah karya intelektual.
“Kita harus membangun narasi tentang peradaban kita,” ujar orang nomor satu di NTT itu.
Tak sekali dia mengingatkan agar semua pihak bekerja secara kolaboratif karena ketika semua sistem berkolaborasi secara baik maka akan sangat membantu sektor UMKM. “Itu menunjukkan bahwa peradaban NTT sedang naik. Ketika semua menggunakan produk UMKM, maka tandanya kita sedang menghidupi daerah kita. Sebagai gubernur, saya akan terus mendorong pertumbuhan UMKM. Dan saya pun berkepentingan dengan kualitas serta menciptakan pasar bagi mereka,” ujar Viktor.
Sebuah negara, menurutnya, akan kuat jika sektor UMKM-nya kuat. Dia mencontohkan ketika covid dan banyak perusahaan berskala besar gulung tikar, sektor UMKM tetap survive.
“Jika sebuah negara pertumbuhan ekonominya datang dari UMKM maka fondasinya akan sangat kuat. Bank-bank besar di Amerika sedang berubah menjadi bank UMKM. Karena itu saya berterima kasih kepada BI dan OJK yang terus mendorong sehingga UMKM menjadi sektor garapan yang menggairahkan,” tandas Viktor.







