Rapat pembinaan BUMD ini juga berupaya mengelaborasi target dan strategi BUMD dalam rangka berkontribusi dalam target PAD Rp 2,8 T.
Dr. Fritz Fanggidae Plt. Dirut PT. Jamkrida dalam penjelasannya terkait pengelolaan PT. Jamkrida menyampaikan saat ini Triwulan II dari target laba 8.479.500.000, realisasi 4.393.308.337 (51,81%).
Pada tahun 2024 realisasi dividen (tahun buku) kepada pemerintah provinsi sebesar Rp 7.483.845.063.
Christofel Adoe dari PT.BPD NTT dalam presentasi kinerja Bank NTT menyampaikan hingga Mei 2025 pertumbuhan penyaluran kredit 2,30% (yoy) posisi Modal Pemerintah Provinsi NTT sebesar 24,84%.
Direktur Utama PT. Flobamor, Y. Irawan Rayon, menyampaikan bahwa PT. Flobamor terus meningkatkan kualitas SDM pengelola dan terus membuka ekspansi bisnis baru dengan terus mengembangkan kerja sama dengan usaha bisnis lain.
Sementara Tony Antariksa Dima selaku Direktur Utama PT KI Bolok menyampaikan hambatan terbesar yang dihadapi PT. KI Bolok adalah terkait legalitas lahan. Kondisi ini sangat mengganggu iklim investasi di KI Bolok.
PT. KI Bolok juga, kata Dima, terkendala dengan pengurusan Surat Izin Usaha Kawasan Industri (SIUKI).
Rapat Evaluasi Pengelolaan BUMD ini merekomendasikan agar BUMD Provinsi terus melakukan inovasi dan berekreasi mencari pasar-pasar usaha baru bagi PT. Flobamor, mendorong percepatan penyelesaian legalitas lahan, perijinan dan membangun image Kawasan Industri Bolok dalam rangka meyakinkan investor, serta terus mendorong PT. Jamkrida dan PT. BPD NTT agar terus bersinergi secara sehat dan saling mendukung demi meningkatkan kontribusi PAD yang akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat NTT. (pol/den)







