“Saya sangat mengapresiasi pelaksanaan lokakarya ini dan berterima kasih kepada Balitbangda Kota Kupang, tim akademisi dari Universitas Nusa Cendana, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini,” ujar Ignas.
Ignas menambahkan, untuk meningkatkan PAD, sektor-sektor strategis seperti retribusi parkir harus dikelola secara optimal. Penerimaan dari retribusi parkir ini diharapkan dapat digunakan untuk mendukung pembangunan yang lebih baik di Kota Kupang.
Sementara itu, dalam laporan panitia yang disampaikan oleh Kabid Pembangunan, Inovasi, dan Teknologi Balitbangda Kota Kupang, disebutkan bahwa saat ini Pemerintah Kota Kupang masih mengandalkan retribusi parkir tepi jalan dan retribusi parkir tempat khusus. Namun, kontribusi kedua jenis retribusi ini terhadap PAD masih tergolong kecil.
Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor serta penambahan jalan dan pusat bisnis di Kota Kupang, potensi kontribusi retribusi parkir semestinya dapat ditingkatkan. Melalui lokakarya ini, diharapkan akan lahir rekomendasi kebijakan (policy brief) untuk mendorong pertumbuhan retribusi parkir guna meningkatkan PAD Kota Kupang secara signifikan. (chris dethan/dedi irawan)







