“Kita sebenarnya memilki sumber pangan bukan hanya beras, kita punya sumber pangan yang lain selain beras ada jagung, sorgum, ubi kayu juga yang lain. Ini juga harus kita kuatkan karena kalau pangannya hanya dominan beras nanti kekuatan kita untuk membangun pangan menjadi terbatas. Oleh karena itu, dengan potensi pangan lokal yang kita miliki, dapat dilakukan diversifikasi pangan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemampuan kita di dalam produksi pangan sekaligus mewujudkan swasembada pangan. Pak Presiden Prabowo di dalam asta cita menjadikan mandiri pangan sebagai tujuan dan menargetkan dua tahun ke depan kita sudah bisa swasembada pangan dan ini harus disuport dengan baik oleh bupati dan semua kepala daerah se NTT beserta jajaran termasuk DPRD dan para pelaku usaha,” jelas Andriko.
Selanjutnya Andriko juga mengapresiasi langkah Pemerintah TTS dalam membuat kebijakan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) untuk dapat mengantisipasi apabila suatu waktu terjadi bencana seperti banjir dan lainnya.
“Saya senang karena pak bupati menginisiasi setiap kecamatan memiliki lumbung pangan. Seperti kemarin kejadian di Lewotobi tiba-tiba ada erupsi gunung berapi, dan salah satu yang dibutuhkan pertama adalah pangan sehingga selain lumbung pangan masyarakat itu juga harus ada yang namanya Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), sehingga kita dapat memanfaatkan cadangan pangan yang telah disediakan di masing-masing wilayah dalam kabupaten dalam menghadapi situasi-situasi bencana,” ujar Andriko.







