“Saya sampaikan kepada ketua kelompok semua masyarakat kami minta dari tiap hektar menyumbang satu karung yang mungkin isinya 4 ember. Untuk kita isi di lumbung pangan mengantisipasi rawan bencana. Ketika ada bencana tidak hanya di wilayah selatan tetapi juga di wilayah desa lain kalau ketika ada bencana paling tidak kita di sini sudah mendukung dengan 50 atau 60 karung. Saya bayangkan sekarang kita panen 557 hektar ada kurang lebih 575 karung. itu kita siapkan untuk isi lumbung pangan dan ketika ada bencana dimana paling tidak kelompok ini sudah memberi dukungan pertama sebelum pemerintah sampai,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi NTT Dapil TTS, Inche Sayuna, yang juga hadir pada momen tersebut menyampaikan bahwa sebanyak 72 kelompok petani yang ada di kawasan persawahan Bena secara khusus dibina untuk bisa menggunakan dana bantuan dari Bank NTT yaitu kredit mikro Merdeka.
“Secara khusus kami sedang membina 72 kelompok tani dengan memanfaatkan bantuan kredit mikro merdeka karena untuk tantangan yang dihadapi yaitu terbatasnya modal dan kurang pasar pembeli sehingga dengan adanya kerja sama bersama Bulog diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan kawasan persawahan Bena dengan irigasi yang besar ini dapat didorong menjadi food estate seperti Sumba dan Malaka,” kata Inche.
Kegiatan ini juga sekalian dirangkaikan dengan penyerahan bantuan secara simbolis kepada 5 perwakilan kelompok tani dengan rincian bantuan berupa mesin perontok padi, hand traktor, pestisida, benih padi, jagung, kacang hijau dan holtikultura serta sarana produksi lainnya.







