“Ini bukti cinta Kopdit Swasti Sari kepada anggotanya yang meninggal. Dana kematian kami dapat hampir Rp 8 juta meskipun almarhum baru menyimpan sedikit, tapi kembalinya sangat besar. Bukan hanya dana kematian, namun hari ini Swasti Sari menyerahkan kembali simpanan alm dengan jujur dan benar. Kami sangat bangga menjadi bagian dari koperasi ini, dana Rp.2 juta lebih ini saya simpan untuk anak-anak sekolah,” serunya dengan menahan tangis.
Sedangkan Kyrasyam Apreanus Mau, ahli waris dari Alm. Yulindah M. V. Kolnel mendapat dana daperma mencapai Rp 21 juta lebih. Dana ini disimpan untuk digunakan untuk pendidikan anak-anak.
“Satu kebanggaan sendiri bagi saya dan keluarga. Orang mati bisa bantu yang masih hidup lewat simpanannya. Saya akan gunakan peninggalan ini sebaik-baiknya untuk pendidikan anak-anak. Untuk kopdit Swasti Sari semoga tetap jaya dan selalu terdepan untuk mensejahterakan anggotanya,” katanya. (np)







