4M Jadi Habitus Baru Lawan Covid-19

Sumtim ficer1

“Pelaku perjalanan dari mana pun juga agar melakukan karantina mandiri selama beberapa hari. Jika menunjukkan gejala Covid-19 langsung menghubungi posko-posko kesehatan atau dapat langsung berkunjung ke pusat kesehatan terdekat,” tegasnya.

Di Sumba Timur ada dua tempat yang disiapkan Tim Satgas  sebagai ruang isolasi terpusat bagi pasien Covid-19, yakni di RSUD Rara Meha diperuntukan bagi pasien positif yang bergejala dan di Hotel Cendana Waingapu disiapkan untuk pasien kasus Covid-19 yang tidak ada gejala atau OTG.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

“Karena ruang isolasi di RSUD Rara Meha hanya menampung beberapa pasien Covid-19, maka kami membuka ruang isolasi lagi di Hotel Cendana Waingapu, sehingga pasien Covid-19 yang bergejala dirawat di Ruang Isolasi RSUD Rara Meha, sedangkan pasien Covid-19 yang tidak memiliki gejala atau OTG diisolasi di Hotel Cendana Waingapu,” imbuhnya.

Di Sumba Timur, yang mendominasi Ruang Isolasi RSUD Rara Meha atau di Hotel Cendana Waingapu adalah pasien kasus positif dari klaster pilkada. Bahkan terkonfirmasi pula ada 2 kasus meninggal dari klaster pilkada tersebut.

Dari data Posko Kabupaten Sumba Timur per tanggal 28 Desember 2020 tercatat ada 5 kasus meninggal di antaranya 3 kasus pelaku perjalanan dan 2 kasus klaster pilkada dengan transmisi lokal.

Seorang pasien Covid-19, IJH menjelaskan, penyebaran Covid-19 di Sumba Timur dengan transmisi lokal sudah semakin meluas, tidak lagi dapat dicegah penularan sekadar dengan 4M, karena penerapan 4M kita sendiri masih sangat longgar.

Terbukti di beberapa tempat umum di Sumba Timur, seperti di Taman Sandalwood, Taman Kota, pelabuhan dan tempat kuliner malam, tidak ada fasilitas cuci tangan yang memadai.

Pos terkait