Jika di 2021, hanya 23 desa pesertanya, maka tidak tahun ini. Ada 115 desa dari seluruh kabupaten. Tiap cabang Bank NTT, mengirim lima desa binaan untuk nantinya dikompetisikan di tingkat provinsi. Dari 115 desa ini, seluruhnya memiliki keunggulan tersendiri. Baik itu di sektor pertanian, peternakan, perindustrian, maupun pariwisata dan potensi lainnya.
Untuk diketahui bahwa kehadiran Festival Desa Binaan Bank NTT ini sebagai wujud mengimplementasikan misi yaitu sebagai “Pelopor Penggerak Ekonomi Rakyat” dan “Menggali Sumber Potensi Daerah untuk diusahakan secara Produktif bagi kesejahteraan Masyarakat NTT”.
Tak hanya itu. Program inspiratif yang dibesut di era Harry Alexander Riwu Kaho sebagai Direktur Utama ini adalah upaya mendukung Pemerintah Daerah Provinsi NTT dalam mengentaskan kemiskinan di NTT dengan mendesain pembinaan di masyarakat desa berupa peningkatan literasi keuangan, pelatihan dan pendampingan masyarakat desa yang ada di NTT.
“Festival Desa Binaan ini untuk menuntun kehidupan masyarakat desa ke arah yang lebih sejahtera, meningkatkan perekonomian masyarakat perdesaan, mewujudkan kemandirian masyarakat desa. Kita juga memediasi kebutuhan pencari informasi baik potensi alam desa seperti pertanian, peternakan, perikanan maupun potensi wisata yang adalah potensi unggulan mereka,” ujar Dirut Alex di sebuah kesempatan.
Keunggulan lain iven ini yakni meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat desa yang Multiply Effect, menciptakan Desa Binaan yang mandiri dan berbasis digital, sentralisasi produk perbankan baik itu produk Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit dan juga menjadi pusat informasi potensi unggulan di daerah tersebut.







