Gelar Rakor  Stunting, Bupati TTU Apresiasi BISA

ttu BISA

Disampaikan Prima, hingga saat ini BISA mendampingi 20 desa di Kabupaten TTU dan sejauh ini pandangan bersama pemerintah desa-desa yang dimaksud sudah menghasilkan beberapa kebijakan yang telah diupdate oleh pemerintah desa dan masuk dalam Alokasi Dana Desa.

Pada kesempatan yang sama, Bupati TTU, Drs. Djuandi David, pada kesempatan tersebut menuturkan, Rapat koordinasi antara Pemkab TTU dengan Tim dari program BISA ini dilakukan dalam rangka melihat dari dekat, realisasi program BISA yang sudah dilaksanakan sejak beberapa bulan lalu.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Bupati David menjelaskan, fokus dari program BISA yang dilaksanakan di TTU adalah pencegahan stunting.

“Jadi yang datang ini adalah donatur dari Australia. Mereka datang untuk melihat dari dekat tentang upaya penurunan angka stunting di TTU. Dan berdasarkan laporan yang disampaikan, ternyata upaya menekan peningkatan angka stunting di TTU berhasil,” kata David.

David mengungkapkan, pada awal tahun 2019 lalu angka stunting di TTU berada di kisaran 40-an persen. Namun, berkat kegigihan dan kerja keras dari semua pihak, termasuk program dari BISA, maka pada tahun 2021 angka stunting di TTU turun menjadi 25 persen.

Terobosan yang luar biasa ini, menurut David, adalah satu hal yang luar biasa.

David berharap, ke depan angka stunting semakin ditekan sehingga target 14 persen di tahun 2022 ini bisa tercapai.

Turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut, Bupati TTU, Drs. Djuandi David, Ketua Tim Peggerak PKK TTU, Ny. Dra. Elvira B.M. Ogom, Senior Unit Manager Kesehatan, Kedutaan Besar Australia, Prudence Borthwick, Chief of Party BISA, Prima Setiawan bersama tim, tokoh LSM, tokoh agama serta beberapa pimpinan OPD dalam lingkup Kabupaten TTU.(siu)

Pos terkait