Sementara itu, masyarakat diimbau untuk lebih selektif saat membeli ikan, termasuk memperhatikan aroma, warna, dan kondisi fisik ikan sebelum dikonsumsi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Robert Tjeunfin, mengonfirmasi temuan tersebut dalam sebuah video yang kini beredar luas di media sosial. Dalam keterangannya, ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat membeli ikan di pasar dan membagikan ciri-ciri sederhana ikan yang mengandung formalin.
“Salah satu ciri ikan berformalin adalah tidak dihinggapi lalat. Sebaliknya, ikan segar tanpa formalin biasanya dikerumuni lalat,” ujar Robert.
Pernyataan ini langsung mendapat perhatian luas dari masyarakat dan berbagai kalangan. Banyak yang mengaku khawatir terhadap dampak jangka panjang konsumsi ikan berformalin, apalagi ikan merupakan salah satu sumber protein utama bagi warga TTU.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Bupati TTU maupun langkah konkret yang diumumkan pemerintah daerah terkait penanganan temuan tersebut. (siu)







