“Kita sudah lihat bersama tadi yang dibongkar itu sekitar 130-an meter, semua masyarakat, pemerintah kecamatan, desa dan pers saya harap juga untuk tetap mendukung dan mengawasi, sehingga pembangunan jalan yang hampir 4km ini bisa berjalan dengan baik dan selesai sesuai kontrak,” jelas Wily.
Wily menghimbau semua pihak boleh mengevaluasi, mengawasi dengan prinsip untuk membangun. Jangan sampai hanya bertujuan untuk menghalangi pekerjaan. Tidak semua daerah atau kecamatan mendapat peluang seperti Desa Pero Batang saat ini. Tahun 2021 ini Desa Pero Batang di Kecamatan Kodi mendapat paling besar dana untuk peningkatan jalan
“Saya juga mengucapkan terima kasih pada masyarakat, pemerintah desa, kecamatan, pers dan kontraktor atas pembongkaran hari ini, dan saya berharap tidak akan terulang lagi. Dan dapat menjadi pembelajaran bagi proyek-proyek lain yang saat ini juga sudah mulai dikerjakan” jelasnya.
Hal senada juga diungkapkan Plt.Camat Kodi, Heribertus D. Hakalolu, S.Sos. menurut Heribertus, apa yang dilakukan Dinas PUPR adalah untuk mendukung program kerja pemerintah SBD. Bahwa ada kesalahan itu adalah hak masyarakat atau tanggung jawab masyarakat untuk mengawasi karena nanti masyarakat yang memanfaatkannya, bukan hanya untuk pemerintah saja.
“Sebagai masyarakat kita mengawasi tetapi juga harus terukur, harus ada batasan tidak sekadar kita omong tetapi harus disertai dengan bukti-bukti. Kita juga harus mendukung minimal merelakan halaman kita untuk diambil sedikit, merelakan pohon kita ditebang demi mendukung pengerjaan peningkatan jalan ini lancar dan baik” ujarnya.







