“Harapan lain adalah masyarakat Sabu Raijua agar menyambut baik program pemerintah dan swasta dengan tetap menjaga iklim investasi sehingga semua kegiatan bisa berlangsung dengan baik,” pintanya.
“Benar kata Kepala Bappenas bahwa bagi kita di NTT tiada pilihan lain kecuali NTT dijadikan sentra produksi garam. Orang Sabu Raijua bahkan orang NTT sudah tidak boleh melihat panas matahari dengan durasi panjang mencapai 8 bulan sebagai bencana, tetapi ini adalah anugerah luar biasa,” kata jebolan Fakultas Peternakan Undana itu. (den)







