Gubernur Viktor saat memberi tanggapan mengatakan, masalah belalang merupakan masalah yang timbul untuk menjadikan manusia terus bekerja. Manusia hidup tidak pernah lepas dari masalah, kalau ada orang punya masalah berarti orang tersebut masih berguna.
Menurut Gubernur, hama belalang dan hama lainnya adalah akibat ulah manusia juga. Karena manusia telah merusak ekosistem yang ada.
“Jangan kita matikan burung-burung, ular, karena itulah yang bisa makan belalang dan tikus yang menjadi penyebab munculnya hama,” tegas Gubernur Viktor.
Dirinya minta pada Wakapolres untuk menindak tegas masyarakat yang masih menembak burung dengan senapan angin.
“Polres agar mengamankan para pemilik senapan angin yang sering tembak burung. Ekosistem harus tetap kita jaga agar tidak muncul hama-hama lainnya seperti belakang, tikus dan lain-lain. Manusia juga yang menjadi penyebab rusaknya ekosistem,” pungkasnya.
Gubernur memberi apresiasi kepada Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete, dan Kadis Pertanian SBD, Rofinus Kaleka yang sudah bekerja keras dan kerja cerdas sehingga program TJPS dapat berjalan di SBD.
“Terima kasih pada Bupati dan Kadis Pertanian yang sudah bekerja keras dan kerja cerdas sehingga program TJPS dapat berjalan dan hampir mencapai target yang ditentukan walaupun ada kendala hama belalang,” kata Gubernur Viktor.
Viktor juga memuji secara khusus Rofinus Kaleka yang mampu menjawab target yang sudah ditentukan dengan bekerja keras bahkan tinggal di desa.
“Kadis Pertanian SBD luar biasa, kita minta target 15.000 hektar dia sudah kerjakan 11. 000 hektar. Terima kasih juga buat petani SBD yang mempunyai semangat kerja,” tandas Gubernur Viktor.







