Menurutnya, Menteri Kesehatan baru saja meneleponnya dan menginformasikan bahwa NTT sangat terlambat untuk divaksin. Karena itu Wagub secara tegas minta untuk segera melakukan vaksinasi kepada para tenaga medis, bila perlu secara paksa, kecuali bagi mereka yang tidak memenuhi syarat untuk divaksin.
Pada kesempatan yang sama, Wagub juga minta kepada Dinas Sosial melalui Tagana untuk membagi masker kepada warga di sejumlah tempat umum.
Selain itu Wagub juga membahas soal pentingnya perhatian kepada masyarakat kurang mampu yang saat ini terpaksa melakukan isolasi mandiri di rumah.
Untuk itu dia minta Pemkot Kupang melakukan koordinasi dengan para tokoh agama yang bisa membantu mempermudah menginventarisir jemaatnya. Dia berharap dalam minggu ini sudah ada langkah konkret terkait semua upaya penanganan Covid-19 ini.
Sementara Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy Priestley Funay, S.E, M.S,i pada kesempatan yang sama atas nama Wali Kota Kupang beserta jajarannya menyampaikan terima kasih untuk Pemprov NTT yang telah memberikan perhatian khusus terhadap penanganan covid 19 di Kota Kupang.
Pemerintah Kota Kupang sendiri, kata Funay, telah mengeluarkan kurang lebih 16 peraturan yang tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota. Sayangnya, masih terdapat masyarakat Kota Kupang yang kurang memiliki kesadaran terhadap protokol kesehatan bahkan menganggap Covid 19 ini hanya sakit biasa. Bahkan dalam operasi penertiban yang dilakukannya bersama para pejabat di Pemkot Kupang Selasa (26/1/2021) malam masih ada warga yang menolak dan mengajak berdebat.







