Satu Tahun Memimpin. Bupati Sumba Timur Sebut Model Pembangunan Partisipatif

krist praing7 scaled
Duet Bupati Khristofel Praing dan Wabup David Melo Wadu

Bupati Praing  optimis dengan program satu OPD satu inovasi, Kabupaten Sumba Timur bisa mencapai prestasi inovasi yang lebih baik di level nasional.

Mimpi besar untuk membuat lompatan pembangunan agar Sumba Timur segera keluar dari kemiskinan dan persoalan akut lainnya dihadapkan pada terbatasnya alokasi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) kabupaten.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Ingin Punya Website? Klik Disini!!!

Dengan dana terbatas, Bupati Praing dan Wabup Wadu bertekad membawa Sumba Timur mereguk sukses. Alokasi APBD Kabupaten Sumba Timur untuk tahun anggaran 2023 hanya senilai Rp 1,2 triliun. Sementara, kebutuhan masyarakat di 140 desa dan 16 kelurahan yang tersebar di 22 kecamatan yang telah disuarakan melalui Musrenbang sangat beragam. Belum lagi program dan rencana kegiatan perangkat daerah serta pokok pikiran anggota Dewan.

Karena itu, Bupati Praing menegaskan, pembangunan di Sumba Timur dibangun pada pijakan peran aktif dan partisipasi seluruh stakeholder, baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat sipil.

“Sebenarnya kita bicara anggaran, tidak bisa bicara an sich Rp 1,2 triliun. Kita juga harus bicara nilai partisipasi di sana, ada masyarakat, dunia usaha termasuk para investor dan masyarakat sipil. Jadi kita berharap partisipasi masyarakat bukan mobilisasi, kita bicara partisipasi yang keluar dari dalam,” tandasnya.

Sementara Wabup David Melo Wadu menambahkan, perencanaan pembangunan disinkronkan dengan perencanaan pembangunan di tingkat provinsi dan di tingkat nasional.

Karena itu, penganggaran untuk pembangunan daerah tidak hanya semata mata dari APBD Kabupaten Sumba Timur saja.

Pos terkait