TAMBOLAKA kabarntt.id—Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) perlu mewaspadai sebaran omicron varian baru covid dan juga demam berdarah dengue (DBD).
Jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) mengalami peningkatan dibandingkan Januari 2021.
Awal tahun ini, jumlah pasien di daerah tersebut sebanyak 75 orang. Jumlah ini meningkat drastis. Januari tahun lalu, pasien DBD di SBD hanya 4 orang.
Tahun lalu, tidak ada korban jiwa akibat DBD. Untuk tahun ini, 1 pasien meninggal dunia akibat DBD. Sampai akhir Januari, 63 pasien dinyatakan sembuh. 11 pasien lainnya sementara menjalani perawatan.
Bukan hanya DBD saja yang perlu diwaspadai, Namun Covid-19 varian baru juga tetap diwaspadai mengingat pintu masuk Bandara Tambolaka cukup ramai setiap harinya, karena maskapai NAM dan Wings Air masuk setiap hari dari Kupang dan Bali.
Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka, lewat chat whatshapnya, Kamis (10/2/2022), menjelaskan perkembangan DBD di SBD pada prinsipnya disebabkan karena kebersihan lingkunga dan sanitasi yang tidak mendukung sehingga nyamuk pembawa DBD menyebar ke seluruh masyarakat dan menyebabkan anak dan balita mudah terserang DBD..
“Banyak hal yang jadi rujukan untuk pengendalian DBD, seperti halnya 3M, pola hidup sehat dan bersih, pemenuhan kebutuhan pangan, disiplin dalam banyak hal dalam rumah tangga,” tegas Christ.
Christ mengatakan, program kerja dinas kesehatan yang harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab menjadi rujukan untuk menekan dan mengentaskan DBD di SBD.
“Saat ini memang kami perlu mewaspadai varian baru omicron, apalagi Sumba Timur kasusnya sudah mulai meningkat. Jadi memang kami tetap menghimbau masyarakat agar tidak lengah dengan prokes yang ketat. Selain itu juga kami gencar melakukan vaksinasi,” imbuh Christ. (np)







