Asa mengakui topografi Malaka yang agak sulit mengakibatkan meteran listrik lama terpasang di rumah warga. Jaringan sudah masuk sampai ke daerah terpencil.
“Memang sebelumnya ada ungkapan bahwa tahun 2020 itu 75:00. Artinya pada usia RI ke 75 tidak boleh ada lagi kampung yang gelap. Tapi kondisi daerah Malaka tidak bisa disamakan daerah lain, maka baru sebagian yang terpasang listrik,” jelas Asa.
Menurutnya, untuk daerah yang belum terpasang listrik pihaknya sudah berkoordinasi dengan GM PLN Wilayah NTT. Hasilnya telah difasilitasi listrik masuk ke Desa Saenama dan Raesenawe, Kecamatan Rinhat.
“Jika ada yang belum terpasang itu karena Covid-19 sehingga kontraktor masih tunda. Untuk tahun 2020 ini juga Pemda sudah ajukan untuk pemasangan di Wemeda dan Raehane sebanyak 185 KK. Juga Kateri, Dusun Numbei dan Tualaran dalam waktu dekat dipasang listriknya,” kata Asa.
Asa yakin dan optimis tahun 2021 seluruh desa di Malaka sudah terpasang jaringan listrik dan warga sudah bisa menikmati listrik 1×24 jam. (abr)







